Senin, 06 Mei 2013

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Kalium diklofenak adalah suatu zat anti inflamasi non steroid (AINS) dan mengandung garam kalium dari diklofenak. Pada kalium diklofenak, ion sodium (natrium) dari sodium diklofenak diganti dengan ion kalium, tetapi zat aktifnya sama yaitu diklofenak.

Diklofenak adalah derivat sederhana dari phenilacid (asam fenilsalisilat). Obat ini menghambat siklooksigenase yang relatif non selektif dan kuat, juga mengurangi bioavabilitas asam arakhidonat.



Kalium diklofenak mempunyai mula kerja yang cepat. Penghambatan biosintesa prostaglandin, yang telah terbukti dalam beberapa percobaan, telah terbukti berkaitan dengan kerja kalium diklofenak. Prostaglandin memiliki peran yang penting dalam proses terbentuknya inflamasi, nyeri dan demam.

Kalium diklofenak merupakan golongan obat yang memiliki aktivitas menekan atau mengurangi peradangan. Aktivitas ini dapat dicapai melalui berbagai cara yaitu menghambat pembentukan mediator radang prostaglandin, menghambat migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang, menghambat pelepasan prostaglandin dari sel-sel tempat pembentukannya.

Pada percobaan-percobaan klinik, kalium diklofenak juga mempunyai efek analgesik yang sedang hingga kuat. Kalium diklofenak mengurangi nyeri spontan, nyeri saat gerak dan luka bengkak. Secara in vitro kalium diklofenak tidak menghambat biosintesis proteoglikan didalam tulang rawan pada konsentrasi setara dengan konsentrasi yang dicapai pada manusia.

Absorbsi obat ini melalui saluran cerna berlangsung cepat dan lengkap. Obat ini terikat 99% pada protein plasma dan mengalami efek lintas awal (first-pass effect) sebesar 40-50%. Meskipun waktu paruh singkat yaitu 1-3 jam,diklofenak diakumulasi di cairan sinova yang menjelaskan efek terapi di sendi jauh lebih panjang dari waktu paruh obat tersebut.

Kalium diklofenak di indikasikan sebagai
1. Nyeri inflamasi setelah trauma seperti terkilir
2. Nyeridan Inflamasi setelah operasi
3. Sebagai ajuvan pada nyeri inflamasi yang berat dari infeksi telinga, hidunga atau tenggorokan.

Dosis pemakaian untuk dewasa umumnya 100-150 mg per hari. Pada kasus sedang juga untuk anak usia diatas 14 tahun dapat digunakan 75-100 mg perhari. Sedangkan untuk anak-anak tidak dianjurkan.

Semoga bermanfaat dan Terima kasih
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

sumur gali:
- Katzung, B.G., 2011, Farmakologi Dasar dan Klinik, ed 8, Salemba Medik; Jakarta
- Wilmana, P.F., 1995, Analgesik-Antipiretik, Analgesik Anti-Inflamasi Non Steroid dan Obat Pirai : Farmakologi dan Terapi. Ed 4, Farmakologi Fakultas Kedokteran UI; Jakarta
- www.dexa-medica.com

0 komentar :

Posting Komentar