Minggu, 26 Mei 2013

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Seiring dengan perkembangan usia kandungan pada ibu hamil, mulai muncul berbagai macam gangguan di tubuh. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon tubuh hingga daya tahan tubuh. Gangguan yang sering muncul diantaranya anemia, cepat lelah, tiroid, benjolan di gusi, nyeri pinggul, "sarang laba-laba", hingga gangguan pengelihatan.

Gangguan pengelihatan biasanya terjadi pada trisemester lanjutan yaitu trisemester 3 akibat pengurangan ketegangan mata glaukoma dari 5-7 mmHg. Pada wanita dengan rheumatoid arthritis atau penyakit kolagen akan berakibat pada penurunan produksi air mata, sehingga menyebabkan mata kering.

Pada ibu hamil terkadang terjadi refraksi sedikit berubah yang akan menyebabkan gangguan retina. Jika tidak ada penanganan akan menyebabkan robeknya retina yang bersifat irreversible. Gangguan retina juga dapat berupa mendadak terlihat bintik atau serabut layang, melihat kilat atau flash tiba-tiba atau pandangan terhalang sebagian.

Ada beberapa kasus tersebut mirip dengan rabun ayam. Penyimpanan cairan mata selam kehamilan dapat mengubah ketajaman bola mata. Pada waktu bersamaan terjadi peningkatan kadar estrogen yang membuat mata kering dan panas, pengelihatan kabur, dan sensitif terhadap cahaya.

Penyakit mata akan semakin diperburuk karena neuritis optik, myasthenia gravis, dan konjungtivitis vernal. Menjelang akhir kehamilan, pembesaran kelenjar pituitary, yang mengontrol sekresi susu memampatkan Chiasm optik yang mengakibatkan penurunan visi dan sekresi mata lateral. Tetapi tidak perlu khawatir, hal ini akan kembali normal setelah kehamilan.

Sebaiknya periksakan kondisi tubuh saat muncul gejala-gejala penyakit selama kehamilan. Perlu diingat, gangguan mata juga bisa akibat gejala diabetes, sehingga katakan pada dokter jika memiliki riwayat diabetes.

Semoga bermanfaat, Terima kasih
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

sumur gali:
Tabloid Nova, 2010
health.detik.com

0 komentar :

Posting Komentar