Selasa, 14 Mei 2013

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Fenilbutazone memiliki struktur kimia 3,5-diokdo-1,2-difenil-4-butilpirazolidin merupakan obat analgesik turunan pirazolon. Fenilbutazone digunakan untuk mengobati artritis reumatoid dan sejenisnya sejak tahun 1949.



Obat ini memiliki waktu paruh 50-65 jam sehingga sering timbul reaksi yang merugikan dan akumulasi obat dapat terjadi. Kelompok pirazolon tinggi berikatan dengan protein. Fenilbutazone berikatan 96% dengan protein. Dalam penggunaanya fenilbutazone hanya boleh dipakai untuk obat artritis dengan keadaan NSAID yang berat dimana NSAID lainnya telah digunakan.

Efek anti-inflamasi fenilbutazone untuk penyakit artritis dan sejenisnya sama kuatnya dengan salisilat, tetapi efek toksiknya berbeda. Efek analgesik terhadap nyeri karenan non reumatiknya lebih lemah dari salisilat.

Indikasi
Artritis reumatoid, demam reumatik, synovitis, ankylosis, gout akut, thrombophlebitis superfacial

Peringatan
- Hitung darah sebelum dan selama pengobatan jika lebih dari 7 hari
- Pasien lansia
- Menyusui
- Hentikan pengobatan jika muncul sindrom paru-paru akut termasuk demam dan dispnoea

Kontra Indikasi
Penyakit kardiovaskular, gangguan paru dan hati, kehamilan, riwayat tukak lambung, gangguan darah, porfiria, penyakit tiroid, anak dibawah 14 tahun

Hipersensitivitas AINS
Dikontraindikasikan terhadap pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap asetosal atau AINS lainnya termasuk yang mendapatkan serangan asma, angiodema, rhinitis yang disebabkan asetosal atau AINS lainnya.

Dosis
Dosis awal 200 mg, 2-3 kali sehari selama 2 hari, dengan atau setelah makan. Kemudian kurangi hingga dosis efektif minimum, biasanya 100 mg 2-3 kali sehari

Semoga bermanfaat, Terima kasih
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

sumur gali:
Anonim, 2008, Informatorium Obat Nasional Indonesia, BPOM RI, Jakarta
obatmerah.16mb.com

2 komentar :

  1. saya pernah minum jamu sedikit sih cuma 1/4 gelas waktu menyusui, setelah saya cek di internet ternyata jamu tersebut terdaftar sebagai jamu terlarang karena kandungan fenilbutazonnya yg entah seberapa %. Seberapa bahayakah fenilbutazon untuk ibu menyusui? saya khawatir akan ada efek sampingnya terhadap bayi saya melalui ASI yg saya berikan. Mohon pencerahannya. Mkasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon maaf ibu baru saya balas,
      fenilbutazon biasanya diberikan sebagai pilihan yang termasuk terakhir untuk pengobatan,,
      hal yang utama biasanya akan menyerang saluran cerna, lebih parah biasanya ginjal,,
      namun sampai saat ini, saya belum memiliki referensi untuk menjawab tentang lebih detail lagi...
      lebih baik ibu hentikan minum jamu tersebut..
      terima kasih, semoga bermanfaat

      Hapus