Minggu, 24 Maret 2013

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alergi adalah proses mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat atau benda asing yang masuk dalam tubuh manusia. Alergi merupakan salah satu efek samping yang penting dari kekebalan dalam keadaan tertentu. Paling sedikitterdapat 3jenis alergi, diantaranya dapat terjadi pada orang yang mempunyai kecenderungan alergi spesifik.

Penyebab Alergi
Alergi dan penyebabnya merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya.
Allergen (Penyebab alergi) bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk kedalam tubuh dengan berbagai cara. Allergen bisa saja melalui saluran pernafasan, dari makanan, melalui suntikan atau juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit.
Yang tepat penyebab alergi tidak diketahui, kebanyakan hanya pemicu. Tidak jelas mengapa beberapa orang bisa terkena alergi sedangkan yang lain tidak terhadap zat yang sama.
Zat yang paling sering menyebabkan alergi antara lain:
- Serbuk tanaman dan Spora
- Jenis rumput dan pohon tertentu yang berkulit halus dan tipis
- Penisillin
- Seafood
- Telur
- Kacang-kacangan
- Susu
- Jagung dan tepungnya
- Sengatan insekta
- Bulu binatang

Yang tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet

Siapa yang beresiko terkena?
Alergi dapat berkembang pada umur berapa saja, kemungkinan bahkan didalam kandungan. Kelihatannya faktor utama yang membedakan adalah keturunan. Alergi juga tidak memandang jenis kelamin. Pria atau Wanita memiliki resiko terkena juga meskipun pria memiliki resiko lebih tinggi.

Mengembangkan Sistem Kekebalan Tubuh
Ketika bayi lahir sistem kekebalan tubuh dipengaruhi lingkungan dan genetika. Baik menjadi TH2 atau TH1. Sel TH merupakan sel t atau limfosit yang membantu tubuh melawan mikroba. TH1 bertahan dan melawan virus dan bakteri serta melindungi dari alergi. Sedangkan TH2 disisi lain melawan parasit infeksi dan membuat seseorang rentan terhadap alergi.

Penanganan
- Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga. Biasanya beberapa merupakan turunan. Bila salah satu orang tua menderita alergi kemungkinan resiko yang diturunkan adalah 25-30%. Sedangkan jika keduanya menderita alergi berkisar 55-65%. Tes alergi biasanya dilakukan dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit dengan suntikan. Adanya reaksi biasanya ditandai dengan pembengkakan atau bintik merah disekitar suntikan.
- Melakukan pencegahan dengan menghindari allergen.
- Menjaga pola hidup dan lingkungan dengan yang baik. Misalnya membersihkan baju, mengganti sprei, atau memberikan aliran udara yang lancar pada kamar
- Konsultasi dengan dokter dalam melakukan pemilihan obat.

Obat yang digunakan
- Antihistamin, merupakan obat yang umum digunakan untuk alergi rhinitis, bekerja menghambat kerja histamin
- Kortikosteroid, umumnya untuk mengatasi gejala alergi parah
- Kromalin, biasanya digunakan untuk pengobatan rhinitis musiman atau kronis
- Adrenalin, untuk mengatasi shock anafilatik, reaksi alergi terparah yang menyebabkan mengi yang parah, turunnya tekanan darah, pingsan hingga kematian.

Wassalamu'alaikum warohamatullahi wabarokatuh
sumur gali:
www.medical-news.net
www.farmasiku.com

0 komentar :

Posting Komentar